Era Jokowi, Perkembangan Teknologi di Indonesia Membuat Negara Maju Tak Lagi Pandang Sebelah Mata


Menurut data yang beredar dapatkan dari Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Dimyati menyatakan bahwa negara-negara maju pada saat ini sangat memonitoring setiap gerak-gerik Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terutama, mengenai pengembangan teknologi yang sangat pesat telah terjadi di Indonesia.

Negara-negara maju pada saat ini cenderung khawatir karena melihat pada saat ini Indonesia sudah berubah dan terus membuat terobosan sendiri dalam bidang teknologi.

“Beberapa negara besar sudah mulai khawatir dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Indonesia. Seperti yang sedang kita lakukan saat ini,” ungkapnya saat dikutip Beritajokowi.com di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti), Jakarta.

Dugaannya tersebut berdasarkan pada setiap acara dari kompetisi yang diselenggarakan di tingkat dunia yang membahas tentang teknologi. Negara-negara maju merasa sangat terganggu dengan kemajuan teknologi yang telah diciptakan oleh Indonesia.

“Itu informasi dari beberapa inovator dan beberapa rekan-rekan yang sering melakukan kompetisi di luar negeri,” ujarnya.
Hal itu pun senada dengan pernyataan dari Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Joni Hermana. Menurutnya, negara-negara maju selalu menggoda inovasi teknologi Indonesia supaya sulit berkembang.

“Makanya, kita bermain santai tapi selalu siap. Indonesia selalu digoda inovasi teknologinya agar sulit berkembang. Tahu sendirilah misalnya saja mobil. Di sini kan yang paling besar pemainnya siapa soal mobil, mereka itu khawatir pasar di Indonesia menurun kalau teknologi kita maju,” katanya. (Pb)

Smart Eagle II (SE II)

https://jajarsokalima.files.wordpress.com/2014/05/rq-7b_uav.jpg

Merupakan Prototype pertama UAV (Unman Aerical Vehicle) yang dibuat PT. Aviator Teknologi Indonesia guna kepentingan intelegen Indonesia. SE II menggunakan mesin 2 tak berdiameter 150cc, mampu terbang hingga 6 Jam. Dilengkapi dengan colour TV Camera. Mampu beroperasi dimalam hari dengan menggunakan Therman Imaging (TIS) kamera untuk opsi penginderaannya.

Kapal KRI-Krait-827


Kapal perang ini merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI AL lewat fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Mentigi dan PT Batan Expressindo Shipyard (BES), Tanjung Guncung. Dikerjakan selama 14 Bulan dan 100 % ditangani oleh putra-putri Indonesia. Berbahan baku aluminium, bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 Mil. Dilengkapi dengan radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 Km) dengan system navigasi GMDSS area 3 dengan kecepatan terpasang 25 Knots

Pesawat Gatotkaca N-250


Pesawat ini adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT. Dirgantara Indonesia) Diluncurkan tahun 1995. Kode N artinya Nusantara, menunjukan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industry penerbangan di Indonesia. Pesawat ini diberi nama Gatotkaca dan primadona IPTN merebut pasar kelas 50-70 penumpang.

Panser Anoa



Namanya terilhami dari mamalia khas Sulawesi, Anoa tampilannya tidak kalah dengan buatan Eropa. Kelahirannya disiapkan untuk mewujudkan kemandirian di bidang alutsista oleh Departemen Pertahanan dan PT Pindad. Panser beroda 6 ini mampu melaju hingga kecepatan 90 Km/jam. Mampu melompati parit selebar satu meter dan menanjak dengan kemiringan sampai dengan 45 derajat. Panser ini dilapisi baja anti peluru yang apabila diberondong dengan AK47 atau M-16 dijamin tidak akan tembus.